BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pemanfaatan pelarut dalam banyak penelitian menuntut ketersediaan pelarut-pelarut tersebut dalam jumlah yang besar. Perkembangan riset-riset ilmiah yang banyak berkembang di Dunia tentang pemanfaatan bahan alam menjadi produk yang memiliki daya pakai yang lebih dari produk aslinya menjadikan konsumsi dunia terhadap pelarut-pelarut selain air semakin meningkat. Khususnya pelarut organik yang banyak digunakan dalam sintesis dan uji kandungan kimia dari sampel.
Indonesia sebagai negara yang dikenal oleh dunia dengan keanekaragaman hayati memiliki banyak potensi untuk dilakukan sintesis bahan alamnya menjadi produk yang berdaya saing internasional. Penghasilan produk bahan ini tentu saja tidak memmerlukan waktu dan material yang sedikit. Diperlukan serangkaian cara untuk mengelolah hasil-hasil ini. Sehingga dalam pengelolahan ini, akan dibutuhkan senyawa organik baik dalam jumlah besar ataupun kecil.
Etil asetat atau etil etanoat merupakan salah satu pelerut organik yang keterpakaiannya dalam penelitian bahan alam sangat besar. Etil asetat merupakan pelarut polar menengah yang volatile (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat sering digunakan sebagai pelarut karena etil asetat dapat menyari senyawa-senyawa yang dapat memberikan aktivitas antibakteri diantaranya flavonoid pilohidroksi dan fenol yang lain. Telah diujikan bahwa ekstrak etil asetat daun ceremai mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dan mempunyai aktivitas antijamur terhadap C. albicans dengan zona hambatan 20 mm2, 15 mm2 dan 18 mm2 (Mulyati : 2009). Karena keterpakaian etil asetat sebagai pelarut oragik yang baik, maka perlu dialakukan praktikum “Pembuatan Etil Asetat”.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas dirumuskan masalah bagaimana cara pembuatan etil asetat.
I.3 Tujuan Percobaan
Tujuan utama dari praktikum ini adalah membuat etil asetat.
1.4 Manfaat Praktikum
Hasil praktikum ini diharapkan dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pembuatan etil asetat dan sebagai rujukan dan pembanding pada praktikum selanjutnya.
BAB III
KAJIAN TEORI
III.1 Deskripsi Senyawa Pembentuk Etil Asetat
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.
Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati (Anonin, 2009).
III.2 Deskripsi Umum Senyawa Etil Asetat (Etil Etanoat)
III.2.1 Defenisi dan Sifat-Sifat Etil Setat
Etil etanoat merupakan senyawa organik berwujud cair, tidak berwarna dan titik didih 770C, indeks bias 1,372, berbau wangi (aroma), mudah menguap. Etil asetat dibuat melalui reaksi esterifikasi senyawa asam asetat dengan methanol pada asam dan dipanaskan (Abraham, 2007 ). Senyawa ini sering disingkat EtOAc, dengan Et mewakili gugus etil dan OAc mewakili asetat. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut
Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatile (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah, dan bukan suatu donor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yang terikat pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen, dan nitrogen. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 3%, dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun demikian, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung basa atau asam.
III.2.2 Manfaat
Dalam kehidupan sehari-hari etil asetat berfungsi sebagai aroma makanan (essence) dan pelarut senyawa organik. Etil asetat sering digunakan sebagai pelarut karena etil asetat dapat menyari senyawa-senyawa yang dapat memberikan aktivitas antibakteri diantaranya flavonoid pilohidroksi dan fenol yang lain. Telah diujikan bahwa ekstrak etil asetat daun ceremai mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dan mempunyai aktivitas antijamur terhadap C. albicans dengan zona hambatan 20 mm2, 15 mm2 dan 18 mm2 (Mulyati : 2009)
III.3 Pembuatan Etil Asetat (Etil Etanoat)
Ester dapat dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dengan alkohol menggunakan katalis asam (HCl atau H2SO4). Biasanya reaksi berjalan dengan disertai pemanasan.
Pembuatan ester dengan cara demikian disebut esterifikasi Fischer. Persamaan umumnya dituliskan :
umumnya dituliskan :
Reaksi tersebut merupakan reaksi kesetimbangan.
Untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan menggunakan alkohol atau asam berlebihan. Hasil ester yang banyak bisa juga diperoleh dengan cara memisahkan ester yang banyak terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke kanan (Matsjeh, 1993 : 358).
Suatu ester asam karboksilat adalah suatu senyawa yang mengandung gugus –CO2R dengan R dapat terbentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat dibuat dengan mereaksikan langsung antara asam karboksilat dan dan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang reversibel.
[
Reaksi umum :
Reaksi khusus :
Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada kalangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kesetimbangan dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester. Seperti banyaknya reaksi aldehida dan keton, esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung melalui serangkaian tahap protonasi dan deptrotonasi. Oksigen karbonil diprotonasi, alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester yang dimaksud (Fessenden, 1982 : 82-83).
Esterifikasi asam karboksilat dengan suatu alkohol merupakan reaksi reversible. Jika asam karboksilat diesterkan digunakan alkohol berlebih, untuk membuat reaksi kebalikan yakni hidrolisis berkatalis asam atau ester menjadi asam karboksilat digunakan air berlebih. Kelebihan air akan menggeser kesetimbangan ke arah sisi asam karboksilat.
Jika asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam (biasanya HCl dan H2SO4) dipanaskan, terdapat kesetimbangan dengan ester dan air.
Proses ini dinamakan esterifikasi Fischer, yaitu berdasarkan nama Emis Fischer, kimiawan organik abad ke-19 yang mengembangkan metode ini. Walaupun reaksi ini adalah reaksi kesetimbangan, dapat juga dipanaskan untuk membuat ester dengan hasil yang tinggi dengan menggeser kesetimbangan ke kanan. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa teknik. Jika harga alkohol atau asam murah dapat digunakan jumlah berlebihan. Cara lain ialah dengan memisahkan ester dan/atau air yang terbentuk (dengan penyulingan) sehingga menggeser reaksi ke kanan (Hart, 1987).
Untuk melindungi gugus karboksilat sering dilakukan dengan perubahan gugus karboksilat menjadi ester. Reaksi asam karboksilat dengan alkohol akan menghasilkan ester. Metil atau etil ester yang paling banyak digunakan karena mereka stabil pada kondisi reaksi oksidasi yang biasa digunakan dalam reaksi senyawa organik. Ester dapat bereaksi dengan litium dan magnesium organometalik tetapi stabil terhadap Zn dan Cu organometalik. Deproteksi ester dapat dilakukan dengan hidrolisis dalam suasana asam.
(Anwar, 1994).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
III.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at 15 April 2011 di Laboratorium Pengembangan Unit Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Haluoleo Kendari.
III.2 Alat dan bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu 1 set alat destilasi, 1 set alat refluks, Pipet volume 25 mL , Karet penghisap, Gelas kimia 100, 250 mL, Corong, Corong pisah, Pipet tetes, Botol semprot, Erlenmeyer 250 mL, Termometer, Batang pengaduk, Gelas ukur 50 mL
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu Etanol 96%, Asam asetat, Asam sulfat pekat (H2SO4), Larutan natrium karbonat 30% (Na2CO3), Larutan Calium klorida, Padatan Calium klorida , Aquades
Jumat, 02 November 2012
Laporan pembuatan aspirin
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Awalnya terinspirasi oleh sakit artritis yang diderita ayahnya, Hoffmann, seorang berkebangsaan Jerman mensintesis suatu senyawa bernama asam asetil salisilat (aspirin). Dengan senyawa ini Hoffmann dapat mengobati ayahnya tanpa mengakibatkan iritasi perut yang parah seperti efek samping obat artritis pada masa itu. Itulah salah satu fungsi aspirin yang dicobakan pada praktikum ini. Fungsi aspirin lainnya adalah sebagai pereda demam dan meringankan reumatik
Aspirin terbentuk dari reaksi esterifikasi antara asam salisilat dan anhidrat asam. Asam salisilat merupakan dasar dari banyak produk farmasi lainnya termasuk asam asetilsalisilat, yang dikenal dengan nama aspirin pada saat sekarang ini. Walaupun asam salisilat memiliki banyak kegunaan, namun ada efek samping yang tidak disukai yaitu menyebabkan iritasi pada lambung. Penelitian dilakukan untuk menetralisir keasaman asam salisilat dengan natrium, dan dengan mengkombinasikan natrium salisilat dan asetil klorida, namun usaha ini masih belum berhasil. Baru pada tahun 1899, ilmuwan yang bekerja pada Bayer, Felix Hoffman berhasil menemukan asam asetilsalisilat yang lebih ramah ke lambung. Kemudian produk ini diberi nama aspirin, a- dari gugus asetil, -spir- dari nama bunga spiraea , dan –in merupakan akhiran untuk obat pada waktu itu.
Aspirin memiliki banyak fungsi diantaranya Aspirin bersifat analgesik yang efektif sebagai penghilang rasa sakit, aspirin juga merupakan zat anti-inflammatory untuk mengurangi sakit pada cedera ringan seperti bengkak dan luka yang memerah serta merupakan zat antipiretik yang berfungsi untuk mengurangi demam. Namun penggunaannya yang berlebihan dapat berakibata fatal bagi pengguna. Oleh karena itu praktikan merasa perlu melakukan praktikum “ Pembuatan Aspirin “ untuk mengetahui senyawa-senyawa penyusun aspirin serta cara pembuatannya
I.2 Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dirumuskan masalah “ bagaimana cara membuat aspirin ?”
I.3 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah membuat aspirin dari asam salisilat dan anhidrida asam asetat.
I.4 Manfaat
Hasil praktikum ini diharapkan dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pembuatan aspirin dan sebagai rujukan dan pembanding pada praktikum selanjutnya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
II.1 Deskripsi Umum Senyawa Pembentuk Aspirin
Asam salisilat memiliki rumus molekul C6H4COOHOH berbentuk kristal kecil berwarna merah muda terang hingga kecoklatan yang memiliki berat molekul sebesar 138,123 g/mol dengan titik leleh sebesar 156oC dan densitas pada 25oC sebesar 1,334 g/mL. Mudah larut dalam air dingin tetapi dapat melarutkan dalam keadaan panas. Asam salisilat dapat menyubim tetapi dapat terdekomposisi dengan mudah menjadi karbon dioksida dengan phenol bila dipanaskan secara cepat pada suhu sekitar 200oC. Asam asetilsalisilik atau lebih dikenal dengan aspirin merupakan hasil reaksi antara asam salisilat dengan asetik anhidrida. Aspirin merupakan analgesik yang efektif dalam mengatasi rasa sakit radang akut (Kristian, 2007). Asam salisilat dapat ditemukan pada banyak tanaman dalam bentuk metal salisilat dan dapat disintesa dari fenol. Asam salisilat memiliki sifat-sifat: berasa manis, membentuk kristal berwarna putih, sedikit larut dalam air, meleleh pada 158,5°C – 161°C. Asam salisilat biasanya digunakan untuk memproduksi ester dan garam yang cukup penting. Asam salisilat menjadi bahan baku pembuatan aspirin. Sintesa asam salisilat yang terkenal adalah Sintesis Kolbe.
Reaksi dengan fenol sendiri tidak terlalu penting, tetapi kita bisa membuat aspirin dengan sebuah reaksi yang sangat mirip dengan reaksi ini. Molekul berikut adalah asam 2-hidroksibenzoat (juga disebut sebagai asam 2-hidroksibenzenkarboksilat). Nama lama untuk senyawa ini adalah asam salisilat. Senyawa ini dituliskan dengan salah satu dari dua cara berikut. Keduanya adalah struktur yang sama dengan molekul yang hanya diputar.
Senyawa ini dituliskan dengan gugus -OH pada bagian ujung atas dan gugus -COOH di sebelah kiri atau kanannya. Ini terkadang sangat membingungkan. Apabila senyawa ini bereaksi dengan anhidrida etanoat, maka akan teretanoilasi (atau terasetilasi untuk istilah lebih umumnya) menghasilkan:
Molekul ini adalah aspirin ( Anonim1, 2011).
II.2 Pembuatan Aspirin
Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan katalis 85% H3PO4 atau H2SO4 sebagai zat penghidrasi. Asam salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin. Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat (Wahyu, 2008 ).
Aspirin (asetosal) adalah suatu ester dari asam asetat dengan asam salisilat. Oleh karena itu senyawa ini dapat dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan asam sulfat pekat sebagai katalisator. Persamaan reaksinya :
Asam asetat dengan nama sistematik asam etanoat, CH3COOH, merupakan cairan tidak berwarna, berbau tajam, dan berasa asam. Asam asetat larut dalam air dan pelarut organik lainnya. Di dalam air, asam asetat bertindak sebagai asam lemah. Asam asetat mendidih pada temperatur 118°C (245°F) dan meleleh pada 17°C (62°F). Asam asetat biasanya dibuat dengan memfermentasikan alkohol dengan bantuan bakteri, seperti Bacterium aceti. Untuk mendapatkan asam asetat yang berkonsentrasi tinggi, biasanya dibuat dengan oksidasi asetaldehida atau dengan mereaksikan methanol dengan karbon monoksida dengan bantuan katalis (Gusdinar, 2008).
Aspirin bersifat analgesik yang efektif sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu, aspirin juga merupakan zat anti-inflammatory, untuk mengurangi sakit pada cedera ringan seperti bengkak dan luka yang memerah. Aspirin juga merupakan zat antipiretik yang berfungsi untuk mengurangi demam. Tiap tahunnya, lebih dari 40 juta pound aspirin diproduksi di Amerika Serikat, sehingga rata-rata penggunaan aspirin mencapai 300 tablet untuk setiap pria, wanita serta anak-anak setiap tahunnya. Penggunaan aspirin secara berulang-ulang dapat mengakibatkan pendarahan pada lambung dan pada dosis yang cukup besar dapat mengakibatkan reaksi seperti mual atau kembung, diare, pusing dan bahkan berhalusinasi. Dosis rata-rata adalah 0.3-1 gram, dosis yang mencapai 10-30 gram dapat mengakibatkan kematian.
II. 3 Rekristalisasi
Rekristalisasi merupakan cara memurnikan ulang senyawa-senyawa padatan dari pengotornya hingga diperoleh bentuk kristal yang murni dari senyawa tertentu. Rekristalisasi dilakukan pada kristal yang sudah ada ataupun pada kristal yang baru terbentuk dari hasil reaksi antara senyawa-senyawa pembentuknya. Rekristalisasi biasnya selalu melibatkan pencucian kristal dan pemanasan yang bertujuan untuk melepaskan senyawa-senyawa pengotor yang terikat pada senyawa yang akan dimurnikan. Berat kristal yang diperoleh setelah rekristalisasi akan lebih kecil dari berat mula-mula kristal.
Metoda ini sederhana, material padayan ini terlarut dalam pelarut yang cocok pada suhu tinggi ( pada atau dekat titik didih pelarutnya ) untuk mendapatkan jumlah larutan jenuh atau dekat jenuh. Ketika larutan panas perlahan didinginkan, Kristal akan mengendap karena kelarutan padatan biasanya menurun bila suhu diturunkan. Diharapkan bahwa pengotor tidak akan pengkristal karena konsentrasinya dalam larutan tidak terlalu tinggi untuk mencapai jenuh.
Walaupun rekristalisasi adalah metoda yang sangat sederhana, dalam prakteknya bukan berarti mudah dilakukan. Adapun saran – saran yang dibutuhkan untuk melakukan metoda kristalisai adalah sebagai berikut :
1. Kelarutan material yang akan dimurnikan harus memiliki ketergantungan yang besar pada suhu. Misalnya, ketergantungan pada suhu NaCl hamper dapat diabaikan. Jadi pemurnian NaCl dengan rekristalisasi tidak dapat dilakukan.
2. Kristal tidak harus mengendap dari larutan jenuh dengan pendinginan karena mungkin terbentuk super jenuh. Dalam kasus semacam ini penambahan Kristal bibt, mungkin akan efektif. Bila tak ada Kristal bibit, menggaruk dinding mungkin akan berguna.
3. Untuk mencegah reaksi kimia antara pelarut dan zat terlarut, penggunaan pelarut non polar lebih disarankan. Namun, pelarut non polar cenderung merupakan pelarut yang buruk untuk senyawa polar.
4. Umumnya, pelarut dengan titik didih rendah lebih diinginkan. Namun sekali lagi pelarut dengan titik didih lebih rendah biasanya non polar. Jadi, pemilihan pelarut biasanya bukan masalah sederhana. Adapun tahap – tahap yang dilakukan pada proses rekristalisasi pada umumnya, yaitu : Memilih pelarut yang cocok; Melarutkan senyawa ke dalam pelarut panas sedikit mungkin; Penyaringan; Pendinginan filtrate; Penyaringan dan pendinginan Kristal
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
III. 1 Pelaksanaan praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at 15 April 2011 di Laboratorium Pengembangan Unit Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Haluoleo Kendari.
III.2 Alat dan Bahan
Alat-Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah Corong kaca, Tabung reaksi, Pipet skala 25 mL, Filler, Corong bucher, Botol semprot, Pipet tetes, Botol timbang, Batang pengaduk, pemanas , Gelas kimia 50 mL.
Bahan : Aquades, asam salisilat, anhidrida asam asetat, asam sulfat pekat, asam klorida pekat, larutan FeCl3 1%, dan es batu.
III.3 Prosedur Kerja
Reklistalisasi dilakukan sebagai berikut :
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.2 Hasil pengamatan
Pembuatan Aspirin
No Perlakuan Hasil
1 Asam salisilat + anhidrida asam aseta + 5 tetes H2SO4 pekat sambil diaaduk ada endapan putih dan larutan keruh
2 Campuran 1 dipanaskan diatas penangas air pada temperatur 50-600C sambil diaduk selama 15 menit Asam salisilat larut sempurna
3 Campuran didinginkan pada suhu kamar + 50 mL aquades sambil diaduk dan didinginkn dengan pendingan es Terbentuk kristal aspirin (warna putih)
4 Krstal aspirin disaring Kristal aspirin basah
5 Kristal dicuci dengan aquades dingin lalu dikumpulkan dan dikeringkan Kristal kering = 3,7 gram
6 Kristal aspirin + 2 tetes FeCl3 1% Kristal berwarna Ungu tua
Rekritalisasi Aspirin
No Perlakuan Hasil
1 Kristal aspirin + 25 mL larutan jenuh NaHCO3 (sambil diaduk) Larutan berbusa dan berwarna bening
2 Larutan disaring dengan corong bucher Filtrat
3 Filtrat + HCl pekat 3,5 mL + 10 mL air Filtrat berbusa
4 Campuran didinginkan Terbentuk krristal
5 Kristal aspirin + 2 tetes FeCl3 1% Kristal berwarna Ungu muda
IV.2 Pembahasan
Asam salisilat ( 0-hidroxy-benzoic acid) merupakan senyawa bifungsional yaitu dapat berfungsi sebagai fenol dan juga sebagai asam benzoate. Baik sebagai asam maupun sebagai fenol, asam salisilat dapat mengalami adisi nukleofilik ( reaksi esterifikasi).
Pada percobaan ini yaitu pembuatan aspirin yang diperoleh dari reaksi antara asam salisilat dengan anhidrida asam asetat sehingga terjadi reaksi esterifikasi, mekanisme reaksi esterifikasi yaitu
Ester dapat terbentuk salah satunya dengan cara mereaksikan alkohol dengan anhidrida asam. Dalam hal ini asam salisilat berperan sebagai alkohol karena mempunyai gugus –OH, sedangkan anhidrida asam asetat tentu saja sebagai anhidrida asam. Ester yang terbentuk adalah asam asetil salisilat atau biasa disebut aspirin. Gugus asetil CH3CO- berasal dari anhidrida asam asetat sedangkan gugus alkil (R) berasal dari asam salisilat. Hasil samping reaksi ini asalah asam asetat. Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat sebagai zat penghidrasi dan dipanaskan selama 15 menit untuk mempercepat terjadinya reaksi. Telah disebutkan bahwa hasil samping dari reaksi asam salisilat dan anhidrida asam asetat adalah asam asetat. Hasil samping ini akan terhidrasi membentuk anhidrida asam asetat. Anhidrida asam asetat akan kembali bereaksi dengan asam salisilat membentuk aspirin dan tentu saja dengan hasil samping berupa asam asetat. Jadi, dapat dikatakan reaksi akan berhenti setelah asam salisilat habis karena adanya asam sulfat pekat ini.
Tetapi harus diperhatikan bahwa sebelum dipanaskan, reaksi tidak benar-benar terjadi. Reaksi baru akan berlangsung dengan baik pada suhu 50-60°C. Setelah pemanasan dilakukan campuran larutan didinginkan kemudian endapan putih (aspirin) yang terbentuk dilarutkan dalam air dan disaring untuk memisahkan aspirin dari pengotornya dan kristal yang terbentuk didinginkan.
Kristal yang terbentuk sebanyak 3,7 gram dari reaksi ini, diambil cuplikannya lalu direaksikan dengan FeCl3 1 % untuk melihat kemurnian kristal, setelah perlakuan dilakukan tadi terjadi perubahan warna dari putih menjadi ungu karena terjadinya pembentukan kompleks antara Fe dengan OH- yang masih terikat pada benzena. Ini menunjukkan bahwa kristal belum murni. Asam salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan, karena asam salisilat adalah fenol. Jika tidak ada gugus fenol warna larutan tak berubah (kuning) Untuk memperoleh kristal yang murni dilakukan rekritastalisasi. Aspirin yang terjadi dapat bereaksi dengan NaHCO3¬ membentuk garam natrium yang larut dalam air, sedangkan hasil samping berupa polimer tidak larut dalam bikarbonat. Perbedaan sifat ini digunakan untuk pemurnian aspirin Langkah awal yang dilakukan yaitu Kristal yang tidak murni ditambahkan larutan NaHCO3. reaksi yang terjadi yaitu :
Setelah larutan disaring diperoleh filtrate dan ditambahkan dengan HCl pekat dan terbentuklah endapan putih,lalu didinginkan dengan es membentuk kristal selanjutnya Kristal dikeringkan. Pendinginan dengan es dimaksudkan untuk membentuk kristal, karena ketika suhu dingin, molekul-molekul aspirin dalam larutan akan bergerak melambat dan pada akhirnya terkumpul membentuk endapan melalui proses nukleasi (induced nucleation). Sedangkan HCl pekat berfungsi sama dengan asam sulfat pekat yaitu sebagai penghidrasi.
Selanjutnya untuk menguji kemurnian Kristal yang terbentuk ditetesi lagi dengan larutan FeCl3 1 % dan hasil yang diperoleh Kristal masih mengalami perubahan warna, dari putih menjadi ungu muda. Ini menunjukan bahwa kristal belum murni. Seharusnya untuk memperoleh kristal aspirin yang murni perlu dilakukan rekritalisasi berikutnya. Kristal aspirin yang murni berwarna putih berbentuk jarum.
Air tidak bisa digunakan untuk rekristalisasi ini karena air adalah pelarut polar dan aspirin adalah senyawa nonpolar. Setelah itu larutan tadi disaring panas-panas dan filtratnya diambil untuk dikeringkan di oven. Kristal ini merupakan kristal yang benar-benar murni. Hasil percobaan ini diperoleh aspirin sebanyak 3,7 gram. Hasil ini berkaitan dengan jumlah dan perlakuan pada sampel, yaitu : Benzena yang digunakan untuk rekristalisasi suhunya kurang panas atau terlalu panas; .Ketika dilakukan pengeringan dipemanas,tidak begitu kering sehingga zat-zat pengotornya masih terikat pada kristal dan hasil penyaringan yang kurang sempurna.
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Awalnya terinspirasi oleh sakit artritis yang diderita ayahnya, Hoffmann, seorang berkebangsaan Jerman mensintesis suatu senyawa bernama asam asetil salisilat (aspirin). Dengan senyawa ini Hoffmann dapat mengobati ayahnya tanpa mengakibatkan iritasi perut yang parah seperti efek samping obat artritis pada masa itu. Itulah salah satu fungsi aspirin yang dicobakan pada praktikum ini. Fungsi aspirin lainnya adalah sebagai pereda demam dan meringankan reumatik
Aspirin terbentuk dari reaksi esterifikasi antara asam salisilat dan anhidrat asam. Asam salisilat merupakan dasar dari banyak produk farmasi lainnya termasuk asam asetilsalisilat, yang dikenal dengan nama aspirin pada saat sekarang ini. Walaupun asam salisilat memiliki banyak kegunaan, namun ada efek samping yang tidak disukai yaitu menyebabkan iritasi pada lambung. Penelitian dilakukan untuk menetralisir keasaman asam salisilat dengan natrium, dan dengan mengkombinasikan natrium salisilat dan asetil klorida, namun usaha ini masih belum berhasil. Baru pada tahun 1899, ilmuwan yang bekerja pada Bayer, Felix Hoffman berhasil menemukan asam asetilsalisilat yang lebih ramah ke lambung. Kemudian produk ini diberi nama aspirin, a- dari gugus asetil, -spir- dari nama bunga spiraea , dan –in merupakan akhiran untuk obat pada waktu itu.
Aspirin memiliki banyak fungsi diantaranya Aspirin bersifat analgesik yang efektif sebagai penghilang rasa sakit, aspirin juga merupakan zat anti-inflammatory untuk mengurangi sakit pada cedera ringan seperti bengkak dan luka yang memerah serta merupakan zat antipiretik yang berfungsi untuk mengurangi demam. Namun penggunaannya yang berlebihan dapat berakibata fatal bagi pengguna. Oleh karena itu praktikan merasa perlu melakukan praktikum “ Pembuatan Aspirin “ untuk mengetahui senyawa-senyawa penyusun aspirin serta cara pembuatannya
I.2 Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dirumuskan masalah “ bagaimana cara membuat aspirin ?”
I.3 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah membuat aspirin dari asam salisilat dan anhidrida asam asetat.
I.4 Manfaat
Hasil praktikum ini diharapkan dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pembuatan aspirin dan sebagai rujukan dan pembanding pada praktikum selanjutnya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
II.1 Deskripsi Umum Senyawa Pembentuk Aspirin
Asam salisilat memiliki rumus molekul C6H4COOHOH berbentuk kristal kecil berwarna merah muda terang hingga kecoklatan yang memiliki berat molekul sebesar 138,123 g/mol dengan titik leleh sebesar 156oC dan densitas pada 25oC sebesar 1,334 g/mL. Mudah larut dalam air dingin tetapi dapat melarutkan dalam keadaan panas. Asam salisilat dapat menyubim tetapi dapat terdekomposisi dengan mudah menjadi karbon dioksida dengan phenol bila dipanaskan secara cepat pada suhu sekitar 200oC. Asam asetilsalisilik atau lebih dikenal dengan aspirin merupakan hasil reaksi antara asam salisilat dengan asetik anhidrida. Aspirin merupakan analgesik yang efektif dalam mengatasi rasa sakit radang akut (Kristian, 2007). Asam salisilat dapat ditemukan pada banyak tanaman dalam bentuk metal salisilat dan dapat disintesa dari fenol. Asam salisilat memiliki sifat-sifat: berasa manis, membentuk kristal berwarna putih, sedikit larut dalam air, meleleh pada 158,5°C – 161°C. Asam salisilat biasanya digunakan untuk memproduksi ester dan garam yang cukup penting. Asam salisilat menjadi bahan baku pembuatan aspirin. Sintesa asam salisilat yang terkenal adalah Sintesis Kolbe.
Reaksi dengan fenol sendiri tidak terlalu penting, tetapi kita bisa membuat aspirin dengan sebuah reaksi yang sangat mirip dengan reaksi ini. Molekul berikut adalah asam 2-hidroksibenzoat (juga disebut sebagai asam 2-hidroksibenzenkarboksilat). Nama lama untuk senyawa ini adalah asam salisilat. Senyawa ini dituliskan dengan salah satu dari dua cara berikut. Keduanya adalah struktur yang sama dengan molekul yang hanya diputar.
Senyawa ini dituliskan dengan gugus -OH pada bagian ujung atas dan gugus -COOH di sebelah kiri atau kanannya. Ini terkadang sangat membingungkan. Apabila senyawa ini bereaksi dengan anhidrida etanoat, maka akan teretanoilasi (atau terasetilasi untuk istilah lebih umumnya) menghasilkan:
Molekul ini adalah aspirin ( Anonim1, 2011).
II.2 Pembuatan Aspirin
Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan katalis 85% H3PO4 atau H2SO4 sebagai zat penghidrasi. Asam salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin. Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat (Wahyu, 2008 ).
Aspirin (asetosal) adalah suatu ester dari asam asetat dengan asam salisilat. Oleh karena itu senyawa ini dapat dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan asam sulfat pekat sebagai katalisator. Persamaan reaksinya :
Asam asetat dengan nama sistematik asam etanoat, CH3COOH, merupakan cairan tidak berwarna, berbau tajam, dan berasa asam. Asam asetat larut dalam air dan pelarut organik lainnya. Di dalam air, asam asetat bertindak sebagai asam lemah. Asam asetat mendidih pada temperatur 118°C (245°F) dan meleleh pada 17°C (62°F). Asam asetat biasanya dibuat dengan memfermentasikan alkohol dengan bantuan bakteri, seperti Bacterium aceti. Untuk mendapatkan asam asetat yang berkonsentrasi tinggi, biasanya dibuat dengan oksidasi asetaldehida atau dengan mereaksikan methanol dengan karbon monoksida dengan bantuan katalis (Gusdinar, 2008).
Aspirin bersifat analgesik yang efektif sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu, aspirin juga merupakan zat anti-inflammatory, untuk mengurangi sakit pada cedera ringan seperti bengkak dan luka yang memerah. Aspirin juga merupakan zat antipiretik yang berfungsi untuk mengurangi demam. Tiap tahunnya, lebih dari 40 juta pound aspirin diproduksi di Amerika Serikat, sehingga rata-rata penggunaan aspirin mencapai 300 tablet untuk setiap pria, wanita serta anak-anak setiap tahunnya. Penggunaan aspirin secara berulang-ulang dapat mengakibatkan pendarahan pada lambung dan pada dosis yang cukup besar dapat mengakibatkan reaksi seperti mual atau kembung, diare, pusing dan bahkan berhalusinasi. Dosis rata-rata adalah 0.3-1 gram, dosis yang mencapai 10-30 gram dapat mengakibatkan kematian.
II. 3 Rekristalisasi
Rekristalisasi merupakan cara memurnikan ulang senyawa-senyawa padatan dari pengotornya hingga diperoleh bentuk kristal yang murni dari senyawa tertentu. Rekristalisasi dilakukan pada kristal yang sudah ada ataupun pada kristal yang baru terbentuk dari hasil reaksi antara senyawa-senyawa pembentuknya. Rekristalisasi biasnya selalu melibatkan pencucian kristal dan pemanasan yang bertujuan untuk melepaskan senyawa-senyawa pengotor yang terikat pada senyawa yang akan dimurnikan. Berat kristal yang diperoleh setelah rekristalisasi akan lebih kecil dari berat mula-mula kristal.
Metoda ini sederhana, material padayan ini terlarut dalam pelarut yang cocok pada suhu tinggi ( pada atau dekat titik didih pelarutnya ) untuk mendapatkan jumlah larutan jenuh atau dekat jenuh. Ketika larutan panas perlahan didinginkan, Kristal akan mengendap karena kelarutan padatan biasanya menurun bila suhu diturunkan. Diharapkan bahwa pengotor tidak akan pengkristal karena konsentrasinya dalam larutan tidak terlalu tinggi untuk mencapai jenuh.
Walaupun rekristalisasi adalah metoda yang sangat sederhana, dalam prakteknya bukan berarti mudah dilakukan. Adapun saran – saran yang dibutuhkan untuk melakukan metoda kristalisai adalah sebagai berikut :
1. Kelarutan material yang akan dimurnikan harus memiliki ketergantungan yang besar pada suhu. Misalnya, ketergantungan pada suhu NaCl hamper dapat diabaikan. Jadi pemurnian NaCl dengan rekristalisasi tidak dapat dilakukan.
2. Kristal tidak harus mengendap dari larutan jenuh dengan pendinginan karena mungkin terbentuk super jenuh. Dalam kasus semacam ini penambahan Kristal bibt, mungkin akan efektif. Bila tak ada Kristal bibit, menggaruk dinding mungkin akan berguna.
3. Untuk mencegah reaksi kimia antara pelarut dan zat terlarut, penggunaan pelarut non polar lebih disarankan. Namun, pelarut non polar cenderung merupakan pelarut yang buruk untuk senyawa polar.
4. Umumnya, pelarut dengan titik didih rendah lebih diinginkan. Namun sekali lagi pelarut dengan titik didih lebih rendah biasanya non polar. Jadi, pemilihan pelarut biasanya bukan masalah sederhana. Adapun tahap – tahap yang dilakukan pada proses rekristalisasi pada umumnya, yaitu : Memilih pelarut yang cocok; Melarutkan senyawa ke dalam pelarut panas sedikit mungkin; Penyaringan; Pendinginan filtrate; Penyaringan dan pendinginan Kristal
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
III. 1 Pelaksanaan praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at 15 April 2011 di Laboratorium Pengembangan Unit Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Haluoleo Kendari.
III.2 Alat dan Bahan
Alat-Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah Corong kaca, Tabung reaksi, Pipet skala 25 mL, Filler, Corong bucher, Botol semprot, Pipet tetes, Botol timbang, Batang pengaduk, pemanas , Gelas kimia 50 mL.
Bahan : Aquades, asam salisilat, anhidrida asam asetat, asam sulfat pekat, asam klorida pekat, larutan FeCl3 1%, dan es batu.
III.3 Prosedur Kerja
Reklistalisasi dilakukan sebagai berikut :
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.2 Hasil pengamatan
Pembuatan Aspirin
No Perlakuan Hasil
1 Asam salisilat + anhidrida asam aseta + 5 tetes H2SO4 pekat sambil diaaduk ada endapan putih dan larutan keruh
2 Campuran 1 dipanaskan diatas penangas air pada temperatur 50-600C sambil diaduk selama 15 menit Asam salisilat larut sempurna
3 Campuran didinginkan pada suhu kamar + 50 mL aquades sambil diaduk dan didinginkn dengan pendingan es Terbentuk kristal aspirin (warna putih)
4 Krstal aspirin disaring Kristal aspirin basah
5 Kristal dicuci dengan aquades dingin lalu dikumpulkan dan dikeringkan Kristal kering = 3,7 gram
6 Kristal aspirin + 2 tetes FeCl3 1% Kristal berwarna Ungu tua
Rekritalisasi Aspirin
No Perlakuan Hasil
1 Kristal aspirin + 25 mL larutan jenuh NaHCO3 (sambil diaduk) Larutan berbusa dan berwarna bening
2 Larutan disaring dengan corong bucher Filtrat
3 Filtrat + HCl pekat 3,5 mL + 10 mL air Filtrat berbusa
4 Campuran didinginkan Terbentuk krristal
5 Kristal aspirin + 2 tetes FeCl3 1% Kristal berwarna Ungu muda
IV.2 Pembahasan
Asam salisilat ( 0-hidroxy-benzoic acid) merupakan senyawa bifungsional yaitu dapat berfungsi sebagai fenol dan juga sebagai asam benzoate. Baik sebagai asam maupun sebagai fenol, asam salisilat dapat mengalami adisi nukleofilik ( reaksi esterifikasi).
Pada percobaan ini yaitu pembuatan aspirin yang diperoleh dari reaksi antara asam salisilat dengan anhidrida asam asetat sehingga terjadi reaksi esterifikasi, mekanisme reaksi esterifikasi yaitu
Ester dapat terbentuk salah satunya dengan cara mereaksikan alkohol dengan anhidrida asam. Dalam hal ini asam salisilat berperan sebagai alkohol karena mempunyai gugus –OH, sedangkan anhidrida asam asetat tentu saja sebagai anhidrida asam. Ester yang terbentuk adalah asam asetil salisilat atau biasa disebut aspirin. Gugus asetil CH3CO- berasal dari anhidrida asam asetat sedangkan gugus alkil (R) berasal dari asam salisilat. Hasil samping reaksi ini asalah asam asetat. Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat sebagai zat penghidrasi dan dipanaskan selama 15 menit untuk mempercepat terjadinya reaksi. Telah disebutkan bahwa hasil samping dari reaksi asam salisilat dan anhidrida asam asetat adalah asam asetat. Hasil samping ini akan terhidrasi membentuk anhidrida asam asetat. Anhidrida asam asetat akan kembali bereaksi dengan asam salisilat membentuk aspirin dan tentu saja dengan hasil samping berupa asam asetat. Jadi, dapat dikatakan reaksi akan berhenti setelah asam salisilat habis karena adanya asam sulfat pekat ini.
Tetapi harus diperhatikan bahwa sebelum dipanaskan, reaksi tidak benar-benar terjadi. Reaksi baru akan berlangsung dengan baik pada suhu 50-60°C. Setelah pemanasan dilakukan campuran larutan didinginkan kemudian endapan putih (aspirin) yang terbentuk dilarutkan dalam air dan disaring untuk memisahkan aspirin dari pengotornya dan kristal yang terbentuk didinginkan.
Kristal yang terbentuk sebanyak 3,7 gram dari reaksi ini, diambil cuplikannya lalu direaksikan dengan FeCl3 1 % untuk melihat kemurnian kristal, setelah perlakuan dilakukan tadi terjadi perubahan warna dari putih menjadi ungu karena terjadinya pembentukan kompleks antara Fe dengan OH- yang masih terikat pada benzena. Ini menunjukkan bahwa kristal belum murni. Asam salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan, karena asam salisilat adalah fenol. Jika tidak ada gugus fenol warna larutan tak berubah (kuning) Untuk memperoleh kristal yang murni dilakukan rekritastalisasi. Aspirin yang terjadi dapat bereaksi dengan NaHCO3¬ membentuk garam natrium yang larut dalam air, sedangkan hasil samping berupa polimer tidak larut dalam bikarbonat. Perbedaan sifat ini digunakan untuk pemurnian aspirin Langkah awal yang dilakukan yaitu Kristal yang tidak murni ditambahkan larutan NaHCO3. reaksi yang terjadi yaitu :
Setelah larutan disaring diperoleh filtrate dan ditambahkan dengan HCl pekat dan terbentuklah endapan putih,lalu didinginkan dengan es membentuk kristal selanjutnya Kristal dikeringkan. Pendinginan dengan es dimaksudkan untuk membentuk kristal, karena ketika suhu dingin, molekul-molekul aspirin dalam larutan akan bergerak melambat dan pada akhirnya terkumpul membentuk endapan melalui proses nukleasi (induced nucleation). Sedangkan HCl pekat berfungsi sama dengan asam sulfat pekat yaitu sebagai penghidrasi.
Selanjutnya untuk menguji kemurnian Kristal yang terbentuk ditetesi lagi dengan larutan FeCl3 1 % dan hasil yang diperoleh Kristal masih mengalami perubahan warna, dari putih menjadi ungu muda. Ini menunjukan bahwa kristal belum murni. Seharusnya untuk memperoleh kristal aspirin yang murni perlu dilakukan rekritalisasi berikutnya. Kristal aspirin yang murni berwarna putih berbentuk jarum.
Air tidak bisa digunakan untuk rekristalisasi ini karena air adalah pelarut polar dan aspirin adalah senyawa nonpolar. Setelah itu larutan tadi disaring panas-panas dan filtratnya diambil untuk dikeringkan di oven. Kristal ini merupakan kristal yang benar-benar murni. Hasil percobaan ini diperoleh aspirin sebanyak 3,7 gram. Hasil ini berkaitan dengan jumlah dan perlakuan pada sampel, yaitu : Benzena yang digunakan untuk rekristalisasi suhunya kurang panas atau terlalu panas; .Ketika dilakukan pengeringan dipemanas,tidak begitu kering sehingga zat-zat pengotornya masih terikat pada kristal dan hasil penyaringan yang kurang sempurna.
Puisi
LANGKAHKU
Langkahku takkan pernah lelah
Untuk selalu melangkah
Menuju kesuksesan hidup
Meraih masa depanku
Kaki takkan terasa sakit
Meski tertusuk batu kerrikil
Hatiku takkan menyerah
Meraih masa depanku
Kesuksesan adalah kebahagiaanku
Kegagalan adalah semangatku
Impianku adalah harapanku
Cita-citaku adalah angan-anganku
Meski hidup ini
Diwarnain macam warna
Akan ku hapus meski sulit kulakukan
Meski hati ini tergoreskan paku
Akan kuobati
Dengan semangatku
Langkahku takkan pernah lelah
Untuk selalu melangkah
Menuju kesuksesan hidup
Meraih masa depanku
Kaki takkan terasa sakit
Meski tertusuk batu kerrikil
Hatiku takkan menyerah
Meraih masa depanku
Kesuksesan adalah kebahagiaanku
Kegagalan adalah semangatku
Impianku adalah harapanku
Cita-citaku adalah angan-anganku
Meski hidup ini
Diwarnain macam warna
Akan ku hapus meski sulit kulakukan
Meski hati ini tergoreskan paku
Akan kuobati
Dengan semangatku
SURAT UNTUKMU IBU
Saat semburat fajar di ufuk timur terangi dinding mayah pada,kokok ayunpun bangunkan insan-insan yang lagi terdekab dalam kamar peraduan setelah semalam sentuk lepas lelah dari bekerja sehari penuh. Ibuku bangun dengan pakaian kumalnya sambil mengintipku dijaring kelambu kecil tempatku diayun. Dengan mata layu ia tatap aku dengan kasih sayang, tatapan pengharapan , bangga bercampur cinta dan kasih seolah harapkan sesuatu dariku kelak aku dewasa. Jari telunjuk coba sentuh hidungku inginkan aku tersenyum sambil tatap wajahnya, tapi aku nangis dengan keras karena punggungku basah terendam air seniku. Enggan cekatan jari-jari tangannya genggam tubuhku kecilku, pindahkan aku pada tempat kering agar aku tak nangis lagi . sambil ia menatapku, popok yang basah ia cepat ganti dengan popok yang kering lalu krembali tidurkan aku dalam ayunan.
Pagi itu ibuku letih karena semalam ia jaga aku yang tiap sejam terbangun dari tiudur dan sesekali menangis. Tanpa berfikir panjang setiap tangisku membela malam, ibuku bergegas sodorkan susu yang, ia berikan dengan ikhlas dipegangnya susu itu dan didekatkan dimulutku akupun sambut denga lahap. Sambilku menghisap putting susunya ia menyanyi kecil untukku walau tak tahu titi nada lagu. Kasih sayang yang ia tumpahkan, bibirnya sesekali jangkau dahiku untuk dikecupnya, tangannya membelai rambutku dan pugunggku sementara bibirku dengan keras isap putting susunya hingga akhirnya tumpang ruah tergenang dipipihku. Saat kenyang akupun tertidur, ibukupun punya kesempatan buat makanan untuk kakak-kakakku serta ayahku. Betapa letihnya ia, tiap hari dan malam ia berputar-putar mengurusi kami semua sehingga ia sendiri tak tahu bahwa waktu telah berjalan lama.
Kala aku remaja, usianyapun semakin tua, wajahnya dulu yang montok kini jadi keriput, tanganya dulu yang kuat saat ini lemah , kakainya yang dulu tegar dan tegak berdiri, kini mulai gemetar dan melengkung. Kondisi tubuhnya kian melemah, jika ia bangkit dari duduk pinggangnya sakit, saat ia berjalan kaki gemetar dan sesekali batuk dan sesak napas. Sementara itu ubanpun kian bertambah , penglihatannya pun tidak seterang dulu, makan dan minum mulai terbatas, bahkan kadang-kadang ia menyuruhku membuat bubur untuknya karena tak sanggup lagi menggigit makanan yang agak keras.
Ibu , kini engkau telah usia lanjut semantara aku mulai beranjak dewasa. Dalam usia ini engkau rela terguyur hujan, terpanggang sinar matahari cari nafkah dan kebutuhan buat anak-anakmu. Pagi engkau keluar, jelang sore engkau pulang . Buah tangan tak pernah engkau lupa buat diriku walau perjalananmu dibelakang rumah. Betapa mulia hatimu, luas kasih sayangmu , tinggi harapanmu ibu , walau sakit kadang datang mendera engkau tetap berkata;, aku sehat, dan aku masih bias berjalan. Perjuanganmu amat kuat pertahankan hidup anak-anakmu, tak kenal lelah, tak pernah menggerutu, dan tak pernah putus asah.
IBU …………
IBU……….
Kini aku sudah dewasa seharusnya ku bersamamu ibu bantu kerja mencari nafkah, namun ibu tak mau karena takut jangan sampai sakit serang diriku. perjalanan waktu tak mampu dihindari kini aku jauh darinya hidup berkaelana dirantau orang guna mengejar impian hidup, agar kelak nanti aku bisa menjadi kebanggaan keluargaku. Ibu sekarang aku baru menyadari betapa berartinya dirimu untukku . dulu sewaktu engkau masih disampingku aku begitu manja, jarang membantu mencari nafkah untuk biaya hidupku dan sekolahku memasakpun aku sering menolak. Tapi karena rasa sayangmu padaku , engkau tak menghiraukan. Engkau tetap memberikan yang terbaik untukku. Enkau selalu mengertiku dan mendampingiku disaat aku senang maupan sedih.
IBU……
Sekarang aku menyesal tidak memanfaatkan waktu bersamamu untuk berbakti padamu , membantumu bekerja di rumah. Ibu disini dirantau orang baru aku menyadarinya bagaimana kita hidup tanpa ada orang terdekat. Sekarang aku sangat merindukanmu tapi aku tak bias pulang menemuimu karena tugasku sebagai pelajar disini belum aku laksanakan.
iBu …….
Meskipun aku tak berada disisimu skarang, tapi doaku selalu ada untukmu……..
Ibu, aku selalu merindukanmu, rindu kehangatan pelukanmu, kasih sayangmu, cinta kasihmu yang begitu ikhlas kepadaku.
Ibu. I love you every time…….
Saat semburat fajar di ufuk timur terangi dinding mayah pada,kokok ayunpun bangunkan insan-insan yang lagi terdekab dalam kamar peraduan setelah semalam sentuk lepas lelah dari bekerja sehari penuh. Ibuku bangun dengan pakaian kumalnya sambil mengintipku dijaring kelambu kecil tempatku diayun. Dengan mata layu ia tatap aku dengan kasih sayang, tatapan pengharapan , bangga bercampur cinta dan kasih seolah harapkan sesuatu dariku kelak aku dewasa. Jari telunjuk coba sentuh hidungku inginkan aku tersenyum sambil tatap wajahnya, tapi aku nangis dengan keras karena punggungku basah terendam air seniku. Enggan cekatan jari-jari tangannya genggam tubuhku kecilku, pindahkan aku pada tempat kering agar aku tak nangis lagi . sambil ia menatapku, popok yang basah ia cepat ganti dengan popok yang kering lalu krembali tidurkan aku dalam ayunan.
Pagi itu ibuku letih karena semalam ia jaga aku yang tiap sejam terbangun dari tiudur dan sesekali menangis. Tanpa berfikir panjang setiap tangisku membela malam, ibuku bergegas sodorkan susu yang, ia berikan dengan ikhlas dipegangnya susu itu dan didekatkan dimulutku akupun sambut denga lahap. Sambilku menghisap putting susunya ia menyanyi kecil untukku walau tak tahu titi nada lagu. Kasih sayang yang ia tumpahkan, bibirnya sesekali jangkau dahiku untuk dikecupnya, tangannya membelai rambutku dan pugunggku sementara bibirku dengan keras isap putting susunya hingga akhirnya tumpang ruah tergenang dipipihku. Saat kenyang akupun tertidur, ibukupun punya kesempatan buat makanan untuk kakak-kakakku serta ayahku. Betapa letihnya ia, tiap hari dan malam ia berputar-putar mengurusi kami semua sehingga ia sendiri tak tahu bahwa waktu telah berjalan lama.
Kala aku remaja, usianyapun semakin tua, wajahnya dulu yang montok kini jadi keriput, tanganya dulu yang kuat saat ini lemah , kakainya yang dulu tegar dan tegak berdiri, kini mulai gemetar dan melengkung. Kondisi tubuhnya kian melemah, jika ia bangkit dari duduk pinggangnya sakit, saat ia berjalan kaki gemetar dan sesekali batuk dan sesak napas. Sementara itu ubanpun kian bertambah , penglihatannya pun tidak seterang dulu, makan dan minum mulai terbatas, bahkan kadang-kadang ia menyuruhku membuat bubur untuknya karena tak sanggup lagi menggigit makanan yang agak keras.
Ibu , kini engkau telah usia lanjut semantara aku mulai beranjak dewasa. Dalam usia ini engkau rela terguyur hujan, terpanggang sinar matahari cari nafkah dan kebutuhan buat anak-anakmu. Pagi engkau keluar, jelang sore engkau pulang . Buah tangan tak pernah engkau lupa buat diriku walau perjalananmu dibelakang rumah. Betapa mulia hatimu, luas kasih sayangmu , tinggi harapanmu ibu , walau sakit kadang datang mendera engkau tetap berkata;, aku sehat, dan aku masih bias berjalan. Perjuanganmu amat kuat pertahankan hidup anak-anakmu, tak kenal lelah, tak pernah menggerutu, dan tak pernah putus asah.
IBU …………
IBU……….
Kini aku sudah dewasa seharusnya ku bersamamu ibu bantu kerja mencari nafkah, namun ibu tak mau karena takut jangan sampai sakit serang diriku. perjalanan waktu tak mampu dihindari kini aku jauh darinya hidup berkaelana dirantau orang guna mengejar impian hidup, agar kelak nanti aku bisa menjadi kebanggaan keluargaku. Ibu sekarang aku baru menyadari betapa berartinya dirimu untukku . dulu sewaktu engkau masih disampingku aku begitu manja, jarang membantu mencari nafkah untuk biaya hidupku dan sekolahku memasakpun aku sering menolak. Tapi karena rasa sayangmu padaku , engkau tak menghiraukan. Engkau tetap memberikan yang terbaik untukku. Enkau selalu mengertiku dan mendampingiku disaat aku senang maupan sedih.
IBU……
Sekarang aku menyesal tidak memanfaatkan waktu bersamamu untuk berbakti padamu , membantumu bekerja di rumah. Ibu disini dirantau orang baru aku menyadarinya bagaimana kita hidup tanpa ada orang terdekat. Sekarang aku sangat merindukanmu tapi aku tak bias pulang menemuimu karena tugasku sebagai pelajar disini belum aku laksanakan.
iBu …….
Meskipun aku tak berada disisimu skarang, tapi doaku selalu ada untukmu……..
Ibu, aku selalu merindukanmu, rindu kehangatan pelukanmu, kasih sayangmu, cinta kasihmu yang begitu ikhlas kepadaku.
Ibu. I love you every time…….
Untukmu yang Berkalut Duka
Diari dan Air Mata
Hidup tak ada yang mulus, semuanya penuh liku-liku kehidupan. Banyak insan yang putus asa dalam menjalani hidup ini seperti bunuh diri dan paling tidak tindak kriminal yang semakin marajalela. Kemiskinan dan kekurangan harta mungkin adalah ujian yang paling berat. Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran dan kekufuran akan mendekatkan kepada api neraka. Contohnya yang paling eksis di indonesia adalah kasus korupsi di pemerintahan dari kelas atas sampai kelas bawah. Contoh lainnya mungkin kita sering menyaksikan atau membaca di berita banyak orang yang bunuh diri akibat tidak sanggup kemiskinan atau dengan alasan yang lainnya.
Karenanya sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini adalah bentuk kesabaran yang paling krusial. Jika mampu menghadapinya, maka ia akan menjadi orang-orang yang kuat imannya. Namun jika tidak, maka peluang untuk terjerumus ke dalam kemungkaran sangat besar pula. Namun, sebagai manusia biasa yang lemah, di saat mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi dahsyatnya, terkadang iman kita tidak cukup kuat dan kesabaran pun hilang. Setiap insan memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah yang dihadapinya solusi utama adalah air mata. Air mata adalah ungkapan hati ketika bibir ini tak mampu mengungkapnya. Air mata dapat menggambarkan besarnya masalah yang dihadapi seseorang. Akan tetapi tidak semua air mata menggambarkan kesedihan. Ketika masalah yang kita hadapi begitu berat seakan dunia ini hanya selebar daun kelor, hati terasa sempit dan sesak.
Yang terpenting dalam hidp ini, apapun yang anda lakukan tetaplah jadi karyawan Allah, karena sesungguhnya menjadi karyawan Allah seseorang menjadi kaya dan bahagia. Kenapa tidak, seseorang yang sudah mendaulatkan dirinya menjadi karyawan Allah akan menerima gaji yang lebih dari gaji karyawan yang bukan karyawan Allah. Allah Maha kaya, Maha pengasi, Maha Penyayang, Maha Kuasa memiliki apa yang ada di bumi dan Di langit.
Hidup tak ada yang mulus, semuanya penuh liku-liku kehidupan. Banyak insan yang putus asa dalam menjalani hidup ini seperti bunuh diri dan paling tidak tindak kriminal yang semakin marajalela. Kemiskinan dan kekurangan harta mungkin adalah ujian yang paling berat. Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran dan kekufuran akan mendekatkan kepada api neraka. Contohnya yang paling eksis di indonesia adalah kasus korupsi di pemerintahan dari kelas atas sampai kelas bawah. Contoh lainnya mungkin kita sering menyaksikan atau membaca di berita banyak orang yang bunuh diri akibat tidak sanggup kemiskinan atau dengan alasan yang lainnya.
Karenanya sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini adalah bentuk kesabaran yang paling krusial. Jika mampu menghadapinya, maka ia akan menjadi orang-orang yang kuat imannya. Namun jika tidak, maka peluang untuk terjerumus ke dalam kemungkaran sangat besar pula. Namun, sebagai manusia biasa yang lemah, di saat mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi dahsyatnya, terkadang iman kita tidak cukup kuat dan kesabaran pun hilang. Setiap insan memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah yang dihadapinya solusi utama adalah air mata. Air mata adalah ungkapan hati ketika bibir ini tak mampu mengungkapnya. Air mata dapat menggambarkan besarnya masalah yang dihadapi seseorang. Akan tetapi tidak semua air mata menggambarkan kesedihan. Ketika masalah yang kita hadapi begitu berat seakan dunia ini hanya selebar daun kelor, hati terasa sempit dan sesak.
Yang terpenting dalam hidp ini, apapun yang anda lakukan tetaplah jadi karyawan Allah, karena sesungguhnya menjadi karyawan Allah seseorang menjadi kaya dan bahagia. Kenapa tidak, seseorang yang sudah mendaulatkan dirinya menjadi karyawan Allah akan menerima gaji yang lebih dari gaji karyawan yang bukan karyawan Allah. Allah Maha kaya, Maha pengasi, Maha Penyayang, Maha Kuasa memiliki apa yang ada di bumi dan Di langit.
BenCi
Jika kebencian telah berubah menjadi dendam yang menuntut balas, maka luka itu akan semakin dalam dan tidak akan terselesaikan sebelum dendam itu terbalaskan. Namun ketika dendam telah terbalaskan, benarkah luka itu akan hilang ? pengalaman mengatakan tidak, justru kebencian dan permusuhan akan semakin meningkat. Semakin kita pendam kebencian itu, semakin tidak nyaman diri kita. Bukan orang tersebut yang akan merasakan dampaknya, malainkan diri kita sendiri. Banyak psikologi yang mengatakan bahwa memaafkan oarang lain dengan tulus ikhlas akan mampu meringankan beban yang menngelayuti hidup. Hidup akan menjadi ringan, lebih bahagia dan lebih ikhlas menerimanya. Tidak ada lagi rasa dendam ataupun sakit hati.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa orang yang hobby membenci/pendendam memiliki kecenderungan peningkatan kekentalan darah, ketegangan otot, dan tekanan darah yang tidak stabil, sama persis seperti orang yang sedang stres. Dampaknya sangat luar biasa, mengganggu sistem kerja tubuh. Sementara kondisi pada diri orang yang mudah memaafkan adalah sebaliknya, yaitu tekanan darah yang stabil dan kinerja tubuh yang optimal. Jadi, sangat terbukti bukan bahwa memaafkan itu terapai yang sangat baik untuk kesehatan diri kita sendiri. Dengan memaafkan, hati akan menjadi tenang, beban hidup berkurang, dan kehidupan akan jauh lebih baik. Bila dendam dan kebencian hilang, maka bisa dibayangkan betapa sehat dan nyaman hidup ini. Orang yang memelihara kebencian sama saja dengan memelihara penyakit.
Sakit hati memang boleh dan wajar, itu sangat manusiawi maksudnya bukan boleh tapi memang bisa kita rasakan dan hal yang umum kita alami dalam kehidupan manusia.Tapi harus tetap diupayakan untuk bisa dikendalikan.Mungkin kita juga harus bisa bersyukur serta memasrahkan semuanya kepada yang diatas.Bahwa apapun yang kita alami sebagai ujian dari-NYA dan menuju sesuatu yang terbaik atas Ridho-NYA.
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim).
Dari hadis diatas bahwa betapa Allah dan Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk saling mencintai dan menyayangi sesama saudara kita. So, teman-teman jangan pernah mersa rugi jika kita mencintai saudara kita karena Allah. Benci boleh saja dalam hidup kita karena rasa benci itu hal yang lumrah. Tapi ingat ketika kita membenci something or somebody, bencilah karena Allah, jangan membenci atau mencintai karena nafsu kita. Soalnya, that is can make your self confused.
Belajar untuk selalu memaafkan orang lain itu perlu. Karena siapa yang merasa belum pernah melakukan kesalahan sejak lahir sampai sekarang. Pastinya tidak ada kan ? kita, pasti pernah melakukan kesalahan, kekhilafan dan semisalnya. Karena memaafkan adalah perbuatan yang paling indah yang dapat dilakukan manusia di muka bumi. Di dalam alquran sudah tertera perintah untuk saling memaafkan.“jadilah engkau pribadi yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” [QS. Al-Araf:199]. Saat kita memaafkan orang lain, sebenarnya kita tidak melakukannya untuk orang lain, but melainkan untuk diri kita sendiri. Banyak yang berpikir, saat kita memaafkan orang lain sama halnya kita kalah terhadap orang yang telah menzalimi diri kita. Padahal teman, disitulah letak kemenangan kita karena kita telah berhasil mengalahkan ego yang jika disimpan akan mengganggu kesehatan jasmani dan rohani.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman di hari kiamat, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dengan naungan-Ku di saat tak ada naungan lain kecuali naungan-Ku”. (HR Muslim). Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW mengatakan, “Barangsiapa yang ingin mencicipi manisnya keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang, yang tidak ia cintai kecuali karena Allah”. (HR Ahmad). Dan dalam haditsnya yang lain beliau bersabda, “Tidaklah seorang hamba Allah mencintai hamba Allah karena Allah, kecuali dia akan dimuliakan oleh Allah”.
Subhanallah sungguh indahnya jika kita saling mencintai karena Allah. Yang terpenting dalam hidup ini tempatkanlah cinta dimana seharusnya ia berada. Jangan menjadi budak hawa nafsu kita dengan mengatasnamakan cinta sesama lawan jenis. Jika demikian maka tanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita telah mencintai seseorang karena Allah atau hanya karena nafsu? Atau jika benci demikian membakar, pernahkah kita tanyakan pada diri kita sendiri apakah kita telah membenci seseorang karena Allah atau hanya karena nafsu? Finally words, mari belajar dan belajar untuk bisa mengendalikan emosi dalam menghadapi kebencian, kekesalan, kemarahan yang selalu hinggap dan akan tetap hinggap dalam diri kita. Dan belajar untuk mencintai saudara kita karena Allah SWT.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa orang yang hobby membenci/pendendam memiliki kecenderungan peningkatan kekentalan darah, ketegangan otot, dan tekanan darah yang tidak stabil, sama persis seperti orang yang sedang stres. Dampaknya sangat luar biasa, mengganggu sistem kerja tubuh. Sementara kondisi pada diri orang yang mudah memaafkan adalah sebaliknya, yaitu tekanan darah yang stabil dan kinerja tubuh yang optimal. Jadi, sangat terbukti bukan bahwa memaafkan itu terapai yang sangat baik untuk kesehatan diri kita sendiri. Dengan memaafkan, hati akan menjadi tenang, beban hidup berkurang, dan kehidupan akan jauh lebih baik. Bila dendam dan kebencian hilang, maka bisa dibayangkan betapa sehat dan nyaman hidup ini. Orang yang memelihara kebencian sama saja dengan memelihara penyakit.
Sakit hati memang boleh dan wajar, itu sangat manusiawi maksudnya bukan boleh tapi memang bisa kita rasakan dan hal yang umum kita alami dalam kehidupan manusia.Tapi harus tetap diupayakan untuk bisa dikendalikan.Mungkin kita juga harus bisa bersyukur serta memasrahkan semuanya kepada yang diatas.Bahwa apapun yang kita alami sebagai ujian dari-NYA dan menuju sesuatu yang terbaik atas Ridho-NYA.
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim).
Dari hadis diatas bahwa betapa Allah dan Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk saling mencintai dan menyayangi sesama saudara kita. So, teman-teman jangan pernah mersa rugi jika kita mencintai saudara kita karena Allah. Benci boleh saja dalam hidup kita karena rasa benci itu hal yang lumrah. Tapi ingat ketika kita membenci something or somebody, bencilah karena Allah, jangan membenci atau mencintai karena nafsu kita. Soalnya, that is can make your self confused.
Belajar untuk selalu memaafkan orang lain itu perlu. Karena siapa yang merasa belum pernah melakukan kesalahan sejak lahir sampai sekarang. Pastinya tidak ada kan ? kita, pasti pernah melakukan kesalahan, kekhilafan dan semisalnya. Karena memaafkan adalah perbuatan yang paling indah yang dapat dilakukan manusia di muka bumi. Di dalam alquran sudah tertera perintah untuk saling memaafkan.“jadilah engkau pribadi yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” [QS. Al-Araf:199]. Saat kita memaafkan orang lain, sebenarnya kita tidak melakukannya untuk orang lain, but melainkan untuk diri kita sendiri. Banyak yang berpikir, saat kita memaafkan orang lain sama halnya kita kalah terhadap orang yang telah menzalimi diri kita. Padahal teman, disitulah letak kemenangan kita karena kita telah berhasil mengalahkan ego yang jika disimpan akan mengganggu kesehatan jasmani dan rohani.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman di hari kiamat, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dengan naungan-Ku di saat tak ada naungan lain kecuali naungan-Ku”. (HR Muslim). Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW mengatakan, “Barangsiapa yang ingin mencicipi manisnya keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang, yang tidak ia cintai kecuali karena Allah”. (HR Ahmad). Dan dalam haditsnya yang lain beliau bersabda, “Tidaklah seorang hamba Allah mencintai hamba Allah karena Allah, kecuali dia akan dimuliakan oleh Allah”.
Subhanallah sungguh indahnya jika kita saling mencintai karena Allah. Yang terpenting dalam hidup ini tempatkanlah cinta dimana seharusnya ia berada. Jangan menjadi budak hawa nafsu kita dengan mengatasnamakan cinta sesama lawan jenis. Jika demikian maka tanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita telah mencintai seseorang karena Allah atau hanya karena nafsu? Atau jika benci demikian membakar, pernahkah kita tanyakan pada diri kita sendiri apakah kita telah membenci seseorang karena Allah atau hanya karena nafsu? Finally words, mari belajar dan belajar untuk bisa mengendalikan emosi dalam menghadapi kebencian, kekesalan, kemarahan yang selalu hinggap dan akan tetap hinggap dalam diri kita. Dan belajar untuk mencintai saudara kita karena Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)